And again, I was intimidated with your invisible presence. ”
And again, I was intimidated with your invisible presence. ”
Yes, life is so funny!! Punya segudang cara untuk menyadarkan kita tentang usia, hampir seluruhnya tentang perubahan, kedewasaan. This is funny too. 5 taun lalu, mendengar kata dewasa saja bikin mual. Apa sih pentingnya jd dewasa? Toh org yg menyebutkannya pun belum tentu apa artinya. Kata ini sama absurdnya dengan bahagia. Sampai 4 hari lalu, sang Ibu masuk rumah sakit, stroke kata dokter. Aneh rasanya. Untuk Ibu yang super aktif dalam kesehariannya, membayangkannya tidur 24 jam di kamar rumah sakit cukup membuat mual. Belum lagi jarak yang dipisahkan laut, menghilangkan nafsu makanku selama 3 hari terakhir. Ketika mempertimbangkan tentang kepulangan, film “for Hope” diputar. Cerita Ibu tidak akan berakhir secepat itu memang, namun film itu membuatku bersyukur luar biasa. Seumur hidup seorang anak pasti berharap untuk membalas kebaikan dan kasih sayang orang tuanya. Penyakit Ibu jadi kesempatan memberitahunya bahwa dia merawat anaknya dengan luar biasa dan telah menjadi istri yang baik. Waktu beberapa hari tidak sebanding dengan 20 tahun lebih. Namun cukup memberi ruang untuk sadar bahwa waktu istirahat telah usai, kini saatnya berlari kembali. Kata dewasa masih terlalu sulit untuk dicerna, namun semakin bertambahnya waktu, checkpoint yang hadir semakin meningkat nilainya.
Wush, 1.2.3..».. Rasanya mencerna senja saja telah jengah | Merusak raga hanya ancaman.. Bumi lagi dan lagi mengerling hening • Sisi bersisik dari lingkaran manis mengusik diri.. 3.2.1..«.. Byarrr! Ingin optimis memicingmu | Kelak seni menanti habis berotasi.
keheningan dalam canda, kerinduan dalam sapa.
aku dan dirimu bukan gelas kaca yang akan pecah begitu jatuh.
kita punya kekuatan dalam prioritas. kekerasan akan egositas.
mungkin es akan mencair saat mandi sinar mentari.
namun rasa ini adalah es dalam segelas air gula.
meski mencair, kehadirannya hanya ada dalam tusukan jarum tajam.
Dia tampak seperti wanita Indonesia pada umumnya. Rambut panjang hitam, kulit sawo matang, lekuk tubuh jauh dari model majalah, tinggi rata-rata. Namun yang membuatnya berbeda adalah kepercayaan dirinya yang mengagumkan. Gaya berbusananya bukan seperti wanita cerdas kota yang serba mahal.. Tubuhnya hanya dipakaikan gaun bermotif bunga sederhana, yang mungkin bisa digantikan pakaian jenis apapun. Namun rasa nyaman dan puas atas penampilannya melebihi artis Holywood di atas karpet merah, yang terkadang merasa harus tersenyum dan menjadi cantik. Riasannya pun sederhana. Tidak polos namun juga tidak tebal. Sikapnya pun menyenangkan nan anggun. Namun kebanggaan atas kecantikan saat dia tersenyum membuat atmosfer di sekelilingnya berbeda. Harum tanpa parfum yang tercium. Kekuatannya dalam meyakinkan dirinya dan orang disekitarnya, bahwa dia indah, sebagaimana adanya.
One finest day. ”